Kejar Produktivitas 10 Ton/Ha, BRMP Riau Dorong Gerakan Tanam Padi PM-AAS di Kabupaten Rokan Hilir
BRMP Riau melaksanakan Gerakan Tanam Padi dengan metode Pertanian Modern–Advance Agriculture System (PM-AAS) di lahan Brigade Pangan (BP) Oplah 2025, Desa Parit Aman, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, pada Sabtu (25/07/2026).
Kegiatan dihadiri oleh PJ. SSP Riau sekaligus Kepala BRMP Riau, (Dr. Agus W. Anggara, S.Si., M.Si.), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, (Cicik Mawardi Athar, AP., M.Si.), PJ. SSP Kabupaten Rokan Hilir, LO Penyuluh BPPSDMP Kabupaten Rokan Hilir, Katimker Penyuluhan Kabupaten Rokan Hilir, Penghulu Desa Parit Aman, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PPL se-Kabupaten Rokan Hilir, serta Tim Brigade Pangan Oplah 2025 Desa Parit Aman yang terdiri atas BP Berkah Jaya dan BP Sumber Makmur.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir menyampaikan bahwa penerapan PM-AAS berpotensi meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Rokan Hilir. Produktivitas yang selama ini berkisar 2–4 ton/ha dapat ditingkatkan hingga mencapai 10 ton/ha, melalui penerapan teknologi yang tepat serta pemanfaatan alsintan secara optimal. Terdapat 57 orang PPL di Kabupaten Rokan Hilir memiliki peran penting dalam mendampingi petani, poktan, gapoktan dan BP agar penerapan PM-AAS dapat berjalan secara optimal.
Sementara itu, PJ. SSP Riau sekaligus Kepala BRMP Riau, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan model pertanaman padi rapat dalam barisan yang dapat diterapkan melalui sistem tanam benih langsung (tabela) maupun tanam pindah (tapin), dengan pola jajar legowo 2:1, 4:1, ataupun 6:1. Kepala BRMP Riau menekankan arah tanam dibuat menghadap matahari (timur-barat) agar tanaman memperoleh sinar ultraviolet secara maksimal sehingga proses fotosintesis berlangsung lebih optimal.
Selain itu, diharapkan seluruh BP dan PPL dapat mempercepat pelaksanaan tanam serta mengoptimalkan pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar lahan. Jerami, arang sekam, maupun arang tandan kosong kelapa sawit (tankos) diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah.